Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Apakah Kelebihan Protein Berbahaya bagi Ginjal Lansia? Cek Fakta dan Risikonya

Protein penting untuk menjaga massa otot dan kemandirian fisik pada lansia, namun kekhawatiran muncul terkait dampaknya pada ginjal. Bagi lansia dengan fungsi ginjal normal, konsumsi protein tinggi tidak secara langsung merusak ginjal. Namun, bagi mereka dengan riwayat penyakit ginjal kronis (PGK) atau penurunan fungsi filtrasi ginjal, asupan protein berlebih dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal akibat hiperfiltrasi glomerulus. Ginjal bertanggung jawab menyaring limbah metabolisme protein seperti urea dan kreatinin, dan beban ini menjadi lebih berbahaya pada lansia karena jumlah nefron yang berkurang seiring usia.

Rekomendasi asupan protein untuk lansia sehat adalah 1,0 hingga 1,2 gram per kilogram berat badan per hari. Untuk lansia aktif fisik atau dalam pemulihan pasca-operasi, kebutuhan dapat meningkat hingga 1,5 gram/kg berat badan, asalkan fungsi ginjal terpantau baik. Sebelum memulai diet tinggi protein atau suplemen, sangat disarankan untuk melakukan tes Laju Filtrasi Glomerulus (eGFR) secara rutin. Kunci utama adalah konsumsi protein secara moderat dan pemantauan medis berkala untuk memastikan manfaatnya bagi otot tidak mengorbankan kesehatan ginjal.

Kesimpulannya, kelebihan protein tidak otomatis berbahaya bagi ginjal lansia yang sehat. Bahaya muncul ketika asupan tinggi diberikan kepada lansia dengan fungsi ginjal yang sudah menurun tanpa penyesuaian dosis yang tepat. Oleh karena itu, setiap keputusan terkait asupan protein pada lansia harus didasarkan pada kondisi kesehatan ginjal yang ada dan dengan pengawasan medis yang adekuat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait