Abu Vulkanis Menyebar, Menkes Minta Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Erupsi gunung berapi tersebut berstatus siaga (level III) dan telah berlangsung sejak Jumat (4/9). Abu vulkanis tersebut tersebar ke wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat akibat pengaruh angin. Paparan abu vulkanis berisiko menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan kulit. Kelompok rentan termasuk anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis. Jika harus keluar rumah, warga disarankan menggunakan masker dan kaca mata. Untuk penanganan awal, Menkes Budi menyarankan membersihkan mata dengan air dan menggunakan obat tetes bila diperlukan. Puskesmas juga disiapkan untuk menangani kasus paparan abu vulkanis. Warga juga disarankan membersihkan tubuh dan pakaian setelah berada di luar rumah karena partikel abu bersifat tajam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 September 2026 pukul 13.24
Menkes Ungkap 3 Bahaya Abu Anak Krakatau: Kalau Bisa Jangan Keluar Rumah
Detik.com · 6 September 2026 pukul 17.07
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kenneth DPRD DKI Imbau Warga Jakarta Tak Panik tapi Tetap Waspada
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 16.54
Abu Vulkanik dan Ancaman Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 16.35
Pemkot Tangerang Imbau Warga Waspada Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Berita terkait
Cegah Terpapar Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Warga Jakarta Diimbau Pakai Masker
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 16.22
Jangan Salah Pakai Masker Saat Ada Abu Vulkanik
Detik.com · 6 September 2026 pukul 15.02
Menkes Minta Warga Tidak Panik dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.05
DKI imbau warga tenang, waspada hoaks terkait informasi abu vulkanik
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 13.35