Ada Kendala Teknologi, Ini Strategi Danantara Olah Mineral Kritis RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia memiliki potensi besar Logam Mineral Tanah Jarang (LTJ) yang dibutuhkan dunia, namun belum berkembang karena keterbatasan teknologi. Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menyatakan bahwa LTJ merupakan komoditas yang eksklusif dan mahal, sehingga Danantara bersama tim melakukan mapping potensi LTJ yang selama ini diabaikan.
Danantara dan Dikdisaintek sedang mengembangkan pengelolaan LTJ baik di sektor ekstraktif maupun midstream melalui kombinasi senyawa oxide. Sigit menjelaskan bahwa kombinasi ini memiliki potensi enrichment yang baik, dan industri Indonesia sudah mampu membangun red oxide yang menantang di bidang pemisahan elemen refinery.
Untuk mendukung pengembangan LTJ, Danantara bekerja sama dengan BRIN hingga perguruan tinggi untuk mencari mitra nasional. Sigit menekankan bahwa kolaborasi ini melibatkan tiga level material mulai dari oxide hingga elemen, dengan target jangka panjang untuk membangun industri magnet yang mengelola LTJ secara komprehensif.
Bagikan
Berita terkait
Bos Danantara Beberkan RI Akan Bangun Pabrik LTJ-Permanen Magnet
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.45
Danantara Mau Impor KRL Jepang, Menhub Jelaskan Prosesnya
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 23.17
BUMN Asuransi Digabung Jadi 3 Entitas, Selesai Akhir 2026
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 23.04
Danantara Siap Suntik Modal INKA untuk Produksi KRL
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.56