Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Adi Prayitno Nilai Isu Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Sangat Ironis

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menyatakan bahwa isu dugaan politik uang dan praktik transaksional menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) adalah fenomena yang sangat ironis. Meskipun isu politik uang kerap dinilai lumrah dalam kontestasi politik umum, keberadaannya di dalam organisasi keagamaan terbesar seperti NU dinilai mencederai prinsip dasar organisasi yang berakar kuat pada nilai moralitas dan keluhuran ajaran Islam.

Pandangan tersebut diutarakan Adi dalam serial diskusi bertema "Setop Politik Transaksional di Muktamar NU" yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (18/8/2026). Diskusi tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh penting lainnya, di antaranya kiai sepuh Nahdlatul Ulama dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Musta’in Syafi’ie, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif, serta CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali.

Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa satu-satunya kekuatan utama NU terletak pada moralitas serta nilai keagamaan para ulama dan pengurusnya. Oleh karena itu, ia mendorong agar NU dapat kembali ke khitahnya sebagai organisasi yang fokus membina umat dan urusan agama, serta secara tegas menjauhi berbagai bentuk transaksi politik praktis demi menjaga marwah organisasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait