Diminta Kembali ke Khittah, PBNU Diminta Tak Cawe-cawe Politik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali ke khittah dan tidak terlibat dalam urusan politik. Dalam diskusi bertajuk "Stop Politik Transaksional di Muktamar NU" pada Selasa (18/8/2026), Adi menyatakan bahwa PBNU sebaiknya fokus mengurus agama dan umat saja, tanpa terlibat dalam urusan dunia luar seperti politik. Ia berargumen bahwa sejarah NU justru berpihak pada duafa dan mustadh'afin, bukan pada oligarki atau pemilik modal. Jika PBNU ingin bicara soal ekonomi, katanya, harus fokus pada pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat kelas bawah. Adi menekankan bahwa semakin jauh PBNU terlibat dalam urusan politik, semakin jelas orientasinya akan kekuasaan. Ia menyarankan agar PBNU yang terlibat politik secara terbuka, misalnya dengan mendukung calon presiden, gubernur, wali kota, anggota dewan, atau bahkan menjadi partai politik itu sendiri, agar tidak ada unsur transaksional yang tersembunyi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 15.32
Jelang Muktamar ke-35, Gus Lilur Ingatkan NU Tidak Boleh Dijadikan "Kendaraan Politik"
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 21.01
Adi Prayitno Nilai Isu Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Sangat Ironis
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.37
Gus Lilur: Jangan Bawa-bawa Nama Prabowo untuk Memenangkan Kandidat di Muktamar NU
Berita terkait
Jokowi Bilang Banyak yang Takut PSI, Adi Prayitno: Parlemen Santai-Santai Saja
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 11.00
AHY Singgung soal Kekuasaan, Adi Prayitno Ungkap Tafsir Geng Solo
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 12.56
NU Era Baru Diharap Tak jadi Bagian Orbit Kekuasaan
VOI · 6 September 2026 pukul 15.09
Soal Khittah NU Tak Boleh Berpolitik, Mahfud MD: Salah!
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 08.00