Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Muktamar NU di Depan Mata, Presiden Prabowo Diingatkan Jangan Ikut Campur

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan dilaksanakan pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Gus Lilur mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak mencampuri proses suksesi kepemimpinan PBNU. Gus Lilur menyampaikan adanya dugaan gerakan yang menggunakan nama dan fasilitas kekuasaan untuk memengaruhi pemilihan kepemimpinan NU, meskipun ia tidak yakin apakah hal tersebut merupakan keputusan langsung Presiden.

Gus Lilur meminta Presiden Prabowo memastikan tidak ada pejabat di lingkungan pemerintah yang menggunakan nama atau pengaruh jabatan untuk memengaruhi urusan internal NU. Informasi yang diterimanya menyebutkan sejumlah nama yang diinginkan untuk posisi strategis, termasuk KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU, dan KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam.

Beberapa nama yang disebut dalam informasi tersebut memiliki posisi strategis di pemerintahan maupun struktur NU, seperti Saifullah Yusuf, Nusron Wahid, Juri Ardiantoro, Nasaruddin Umar, dan Irfan Yusuf. Gus Lilur menekankan pentingnya agar Presiden turun tangan dengan memastikan tidak ada penggunaan nama atau fasilitas kekuasaan untuk kepentingan politik pribadi dalam proses pemilihan kepemimpinan NU.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait