Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Ahli Gizi: Menu Lokal Perkuat MBG dan Lebih Diterima Anak

Pemanfaatan kuliner daerah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat memperkuat pelaksanaan program tersebut. Menurut ahli gizi Nani Maulidia dari Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menu berbasis pangan lokal tidak hanya lebih akrab dengan selera anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menu tersebut dapat digunakan selama memenuhi prinsip gizi seimbang, aman dikonsumsi, disukai anak, tersedia di daerah, dan sesuai alokasi biaya.

Satu porsi makanan bergizi menurut Nani harus mengandung sumber karbohidrat, protein hewani atau nabati, lemak, vitamin, dan mineral. Komposisi ini dapat dipenuhi melalui makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah yang tersedia di setiap daerah. Ia menilai menu MBG yang pernah dia amati telah memuat unsur gizi seimbang tersebut, termasuk karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, dengan porsi yang cukup untuk anak seusianya.

Namun, menu lokal tidak dapat langsung digunakan hanya karena mudah ditemukan atau menjadi khas daerah. Kandungan gizi dan porsinya perlu dikaji oleh tenaga ahli sebelum disajikan. Faktor ketersediaan bahan baku, keamanan pangan, penerimaan anak, dan efisiensi biaya juga harus menjadi bagian dari perencanaan menu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait