Ahli Soroti Risiko BPA dari Galon Guna Ulang terhadap Kesehatan Ginjal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Viralnya unggahan di media sosial yang mengaitkan konsumsi air galon isi ulang dengan penyakit ginjal memicu perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, sejumlah akademisi menilai persoalan yang perlu diwaspadai bukan hanya kebersihan air atau depot pengisian ulang, tetapi juga paparan bisphenol A (BPA) dari material galon guna ulang berbahan polikarbonat. BPA dapat bermigrasi ke dalam air akibat paparan sinar matahari, suhu tinggi, dan penggunaan berulang. BPA dikenal sebagai pengganggu sistem endokrin yang dampaknya tidak selalu langsung dirasakan, namun berbahaya dalam jangka panjang. Galon yang lama digunakan, sering terpapar panas, mengalami goresan, atau berulang kali disikat dapat mempercepat kerusakan plastik dan meningkatkan perpindahan BPA ke air minum. Proses ini terjadi akibat putusnya ikatan pada material plastik. Ahli menyarankan galon guna ulang digunakan maksimal 40 kali atau sekitar satu tahun dengan asumsi diisi ulang satu kali seminggu. Lebih dari itu, risiko perpindah BPA akan semakin tinggi.
Bagikan
Berita terkait
Peneliti Unair: Kadar BPA Galon Guna Ulang PC Masih Jauh di Bawah Batas Aman
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.30
4 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Diam-diam Bisa Merusak Ginjal, Apa Saja?
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.31
Standar Internal Ketat, Pakar Sebut Usia Galon Bukan Penentu Keamanan
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 22.39
BPA Gelar Lelang Serentak: Limit Terendah Rp 3 Ribu, Tertinggi Rp 9,1 Miliar
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 19.05