AHWA Jadi Pilihan Muktamar NU, 401 Peserta Setuju Ubah Sistem Pemilihan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, telah memutuskan untuk mengganti mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU). Sebelumnya menggunakan sistem one man one vote, kini peserta setuju mengadopsi mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Perubahan ini bertujuan memperkuat peran ulama dalam kepemimpinan organisasi, sejalan dengan konsep dualisme kepemimpinan NU antara Syuriyah (kepemimpinan ulama) dan Tanfidziyah (pelaksanaan kebijakan). Dalam pemilihan, 401 peserta mendukung, 150 menolak, dan 1 suara tidak sah. Prof. KH. M. Asrorun Niam Sholeh menekankan pentingnya kepemimpinan ulama yang berototitas keilmuan dan moral etis. Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam proses regenerasi kepemimpinan PBNU.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 17.36
Muktamar NU: 5 Caketum Sepakat Pemilihan via AHWA, Kiai Zulfa Ungkap Alasannya
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 08.30
Pemilihan Ketum dan Rais Aam PBNU Digelar Minggu Malam
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 07.55
Muktamar ke-35 NU: Hari Ini Pemilihan Ketua Umum, 5 Calon Sepakat Mekanisme AHWA, Ini Daftar Namanya
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 07.31
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Publik
Berita terkait
Info dari Gus Ipul soal Pemilihan Ketum PBNU di Muktamar NU
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 06.47
Pemilihan Ketum PBNU Melalui AHWA, Begini Mekanismenya
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 06.37
Muktamar ke-35 NU: Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 06.16
Muktamar NU Sepakat Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Pakai Mekanisme AHWA
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 05.50