Airlangga: RI prioritaskan transformasi industri berbasis tenaga surya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah memprioritaskan transformasi industri berbasis tenaga surya sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Target kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dituturkan mencapai 100 GW dalam 2-3 tahun, sekaligus mendukung target 100% listrik dari energi terbarukan dalam 10 tahun. Pengembangan PLTS termasuk dalam RUPTL PT PLN hingga 2034 dengan target 17,1 GW. Program dedieselisasi di pulau-pulau kecil menjadi prioritas tahun ini. Indonesia mendapat komitmen pendanaan JETP sebesar 21,4 miliar dolar AS untuk transisi energi bersih, namun hanya 4 miliar dolar AS yang telah dimanfaatkan hingga saat ini. Kerja sama dengan Jerman sebagai mitra strategis JETP menjadi kunci dalam implementasi transformasi energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
Pemerintah Buka Lelang PLTS 30 GW Tahap Awal
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.41
Bahlil Buka Tender PLTS 100 GW Tahap Pertama 30 GW Tahun Ini
Berita terkait
Bangun PLTS 100 GW dalam 4 Tahun, Prabowo: PLN Harus Tinggalkan Pembangkit Listrik dari Diesel
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 18.15
Airlangga Ungkap Potensi Investasi Jerman di RI, Ini Sektornya
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.19
250 Perusahaan Jerman Beroperasi di RI, Investasi Capai US$1,23 Miliar
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 12.00
Airlangga Ajak Jerman Bangun PLTS 100 GW: Kami Butuh Teknologi dan Modal
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 11.52