Alarm Defisit APBN Menyala, Ekonom Warning Bisa Tembus 3,1%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Defisit APBN 2026 berisiko menembus batas aman 3% PDB akibat kenaikan harga minyak Indonesia (ICP) yang mencapai rata-rata US$89,24 per barel dan pelemahan rupiah hingga Rp17.391,85 per dolar AS. Kondisi ini meningkatkan beban subsidi energi dan mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program prioritas.
Ekonom INDEF memproyeksikan defisit berada di kisaran 2,9-3,1% PDB, menekankan pentingnya reprioritisasi belanja agar tidak memotong anggaran produktif. Sementara itu, ekonom BCA dan UOB Kay Hian lebih optimis defisit tetap di bawah 3% (sekitar 2,7-2,9%) berkat upaya efisiensi anggaran serta tingginya penerimaan pajak dan PNBP dari komoditas dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 09.06
BI-Rate diprediksi tetap di RDG September, berpeluang naik akhir tahun
kumparan · 23 September 2026 pukul 09.05
IHSG Dibuka Menguat 0,33% ke 6.297, Rupiah Bertengger di Rp 17.850/Dolar AS
JawaPos · 23 September 2026 pukul 07.00
Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp 17.930 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Suku Bunga The Fed
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 17.23
Rupiah Hari Ini Lesu ke 17.884 Tersengat Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Berita terkait
Dunia Banyak Gejolak, Kemenkeu Pede APBN Kuat Goncangan
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 18.35
Pendapatan Negara Tumbuh 25,4 Persen, APBN Masih Defisit Rp 240,1 Triliun
JawaPos · 18 September 2026 pukul 13.15
Perdana Sebagai Menkeu, Suahasil Umumkan APBN Tekor Rp 240 T
Detik.com · 18 September 2026 pukul 09.57
Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp17.730 di Awal Perdagangan
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 09.30