Alot! Ini 3 Skenario Operator-Pengendali BUK Migas Pengganti SKK Migas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi XII DPR RI mempercepat pembahasan revisi UU Migas, namun pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas masih dalam albedo. Tiga skenario utama: BUK di bawah Presiden, PT Pertamina, atau Kementerian ESDM. Dony Maryadi Oekon menyebut konsep UU Migas 1971 sebagai rujukan, di mana Pertamina memimpin sektor migas. Malaysia (Petronas) menggunakan model serupa. Ramson Siagian mendukung BUK di bawah Presiden untuk kekuatan lebih kuat, dengan kemungkinan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masuk. BUK harus mempercepat izin investasi dan mengurangi birokrasi. Eddy Soeparno menyatakan revisi UU Migas memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi impor, dan meningkatkan investasi di wilayah terpencil dan laut dalam. Ratna Juwita Sari menunggu Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) pemerintah sebelum memberi pandangan.
Bagikan
Berita terkait
Pembahasan RUU Migas Alot, Pakar Beri Saran Ini
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 12.40
Mengulang Kejayaan Minyak RI Era 70-an, Usul BUK Migas Masuk Pertamina
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 13.10
SKK Migas Bakal Bubar Diganti BUK, RI Bisa Jadi 'Raja' Minyak Lagi?
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.20
Pembahasan RUU Migas Tiba-Tiba Ngebut dan Alot!
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 14.15