Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tim SAR Berpacu Waktu Cari 3.000 Korban Hilang Bencana Banjir Bandang Nepal-Tibet

Tim SAR di Nepal dan Tiongkok berusaha cepat menemukan sekitar 3.000 orang yang dinyatakan hilang akibat banjir bandang gletser di perbatasan Nepal-Tibet. Bencana ini juga menyebabkan 682 jenazah ditemukan, dengan sebagian diduga terseret ke wilayah India. Di tengah pencarian, tentara Nepal berhasil memasang pipa udara ke dalam terowongan PLTA Trishuli 3A, di mana lebih dari 100 pekerja diduga terjebak. Otoritas Nepal mencatat 933 pekerja hidropower dan 517 warga asing masih dalam daftar pencarian.

USGS memastikan pemicunya adalah runtuhnya gletser di perbatasan Nepal dan Tibet. Kepala Perubahan Iklim PBB Simon Stiell menyebut bencana ini sebagai peringatan tentang krisis iklim global, yang membuat tragedi serupa lebih sering dan parah. Di Distrik Nuwakot, hampir seluruh permukiman warga hanyut, menyisakan puing dan kehancuran luas.

Pemerintah Nepal memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai milyaran dolar dan memprioritaskan evakuasi serta meminta bantuan internasional berupa drone, teknologi pencari korban, dan perlengkapan pendingin jenazah. Di Tibet, tujuh orang tewas dan 554 warga masih hilang, dengan lebih dari 2.000 personel SAR dikerahkan ke lokasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait