Anggaran Kebencanaan Lebih Kecil Dibanding MBG, Ini Dampaknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggaran penanggulangan bencana di Indonesia menunjukkan ketimpangan signifikan dengan program pemerintah lain. Berdasarkan data anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tahun 2026, hanya disiapkan sejumlah Rp 491 miliar. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setelah diefisiensi turun dari Rp 335 triliun menjadi sekitar Rp 229 triliun. Perbedaan skala ini menciptakan kekhawatiran mengenai kesiapan negara menghadapi berbagai ancaman bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai penanganan bencana seharusnya menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya, langkah efisiensi anggaran sebaiknya dilakukan secara seimbang tanpa mengorbankan program penting seperti penanggulangan bencana. Trubus menekankan bahwa pemerintah dapat mencari efisiensi pada program prioritas lainnya sambil tetap memastikan pelaksanaannya berjalan.
Menurut Trubus, penanggulangan bencana tidak bisa ditanggung semata-mata oleh negara karena cakupan masalah yang sangat luas. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menangani berbagai tantangan kebencanaan. Selain itu, anggaran kebencanaan harus disiapkan secara berkelanjutan mulai dari sebelum bencana terjadi, saat bencana berlangsung, hingga proses pemulihan pasca-bencana.
Bagikan
Berita terkait
Anggaran BNPB hanya Rp 490 Miliar, Ekonom Minta Dana MBG Dialihkan ke Bencana
JawaPos · 6 September 2026 pukul 18.45
Banyak Kasus Keracunan MBG, CIPS Nilai Perbaikan Tata Kelola BGN Belum Sentuh Akar Masalah
JawaPos · 4 September 2026 pukul 18.15
Indikator Ungkap Carut-Marut MBG: Vendor Kejar Untung dan Nyari Gampangnya, Makanan Berlimpah Dibuang Orang Mampu, Si Miskin Luput
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 19.15
Syarat Bencana Nasional Berubah, BNPB Siapkan Hal Ini
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 11.25