Banyak Kasus Keracunan MBG, CIPS Nilai Perbaikan Tata Kelola BGN Belum Sentuh Akar Masalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Beberapa kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Semarang, dan Papua menunjukkan bahwa perbaikan yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) belum menyentuh akar masalah. Jimmy Daniel Berlianto, analis senior Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), menyatakan bahwa desain tata kelola MBG masih bersifat sentralistis atau top-down, sehingga membatasi pengawasan dan kesulitan menyesuaikan kebijakan dengan konteks lokal. Studi terbaru CIPS (2026) menunjukkan bahwa pendekatan terpusat tidak efektif karena mengurangi partisipasi dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam implementasi program.
Akibatnya, masalah keamanan pangan dan kedisiplinan di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap muncul secara berulang. SPPG sebag sebagai unit operasional yang bertanggung jawab mengelola, menyiapkan, dan mendistribusikan makanan bergizi, namun kurangnya pengawasan yang efektif membuat insiden keamanan pangan terus terjadi.
CIPS menemukan bahwa program serupa di negara seperti Jepang dan Tiongkok lebih efektif karena membagi kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sekaligus memperhatikan kebutuhan lokal yang beragam. Jimmy menekankan bahwa peran aktor lokal dalam desain tata kelola program sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan distribusi MBG di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 18.25
Saidiman Ahmad: 40 Ribu Anak Diracun MBG, DPR Harus Panggil Prabowo!
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 16.50
BGN Minta Maaf Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo, Kepala Dapur Dicopot
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 16.35
Keracunan MBG Tembus 50 Ribu Korban, DPR Desak BGN Ubah Sistem Dapur Jadi...
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 12.45
Kasus Keracunan MBG Bisa Berujung Pidana? Ini Jawaban Bos BGN
Berita terkait
Kepala BGN Sebut Beberapa Kasus Keracunan MBG Telah Naik Sidik
JawaPos · 4 September 2026 pukul 14.31
Said Didu: 50 Ribu Korban MBG Diracun, Tapi Tak Ada yang Dipidana
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 12.00
Rentetan Keracunan MBG di Berbagai Daerah: Sidoarjo hingga Tana Toraja
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 11.16
BGN Buka Peluang Kasus Keracunan MBG Diproses Pidana
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 09.49