Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Angkatan Laut AS Kehabisan Uang Akibat Perang Melawan Iran

Operasi militer AS di Iran sejak akhir Februari 2026, yang diberi nama Operation Epic Fury, semakin menguras anggaran militer AS. Dokumen internal Pentagon mengungkapkan bahwa Angkatan Laut AS (US Navy) terpaksa mengalihkan dana dari gaji pegawai dan menunda pemeliharaan fasilitas untuk menutupi biaya operasional tempur di Timur Tengah, termasuk pelaksanaan blokade laut di Selat Hormuz. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa konflik ini telah menelan biaya langsung sebesar 35,7 miliar dolar AS dan berpotensi menyebabkan kelumpuhan operasional jika dana tambahan tidak disetujui.

Krisis keuangan ini terjadi ketika Kongres AS menolak untuk menyetujui pengajuan dana darurat sebesar 67 miliar dolar AS yang diajukan Gedung Putih. Operasi militer ini tidak memiliki otorisasi resmi dari parlemen, berbeda dengan perang sebelumnya seperti Irak dan Afganistan. Akibatnya, Angkatan Laut AS terancam harus memotong latihan rutin dan pemeliharaan kapal hingga akhir tahun fiskal untuk menjaga operasional perang tetap berjalan.

Di sisi lain, Iran dan Oman sedang membahas pembentukan koridor navigasi sementara dan pembersihan ranjau di Selat Hormuz guna memulihkan lalu lintas energi global. Iran juga mengancam akan membalas negara yang bergabung dalam perang ekonomi AS, sementara Presiden AS Donald Trump mengancam untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika setelah gagalnya perundingan dagang dengan Kanada.

Berita terkait