Apa Gagasan Baru untuk Mengakhiri Perang Ukraina?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Moskow menyatakan kesiapan mendengarkan gagasan baru untuk mengakhiri perang di Ukraina, asalkan usulan tersebut selaras dengan posisi Presiden Vladimir Putin dan realitas di lapangan. Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov menyampaikan hal ini dalam wawancara kepada News.ru, menekankan bahwa federasi Rusia terbuka terhadap usulan masuk akal yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan pemerintah Rusia. Ryabkov juga menyoroti pentingnya kemampuan Amerika Serikat memengaruhi keputusan Ukraina dan sekutunya di Eropa, yang masih berupaya mencapai 'kekalahan strategis' terhadap Rusia.
Beberapa putaran negosiasi yang dimediasi AS pada awal tahun gagal mencapai kesepakatan. Pembicaraan lanjutan yang dijadwalkan pada awal Maret dibatalkan ketika AS melancarkan serangan militer bersama Israel terhadap Iran. Sebelumnya, Putin menuntukan agar Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas, melakukan demiliterisasi, dan berjanji tidak bergabung dengan NATO sebagai syarat gencatan senjata.
Washington pernah menyusun rencana perdamaian 28 poin pada bulan November lalu yang memicu kemarahan karena dianggap terlalu mengikuti tuntutan Rusia. Namun, perhatian AS kini teralihkan dari mediasi karena konfliknya dengan Iran, sehingga upaya mediasi untuk mengakhiri perang Ukraina tertunda.
Bagikan
Berita terkait
Menlu Aragchi Yakin Sanksi Ekonomi Terbaru AS ke Iran Pasti Gagal
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 15.48
Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.15
Iran Sebut Perang Ekonomi AS Resep Kembali ke Kolonialisme
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 13.32
Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.26