Iran Sebut Perang Ekonomi AS Resep Kembali ke Kolonialisme
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuduh Amerika Serikat sedang melaksanakan 'perang ekonomi' yang dampaknya meluas melebihi sekadar sanksi terhadap Iran. Dalam pernyataannya di platform X, Baghaei menyatakan bahwa sanksi dan blokade laut yang diterapkan oleh Washington melanggar hukum internasional dan merusak sistem internasional berbasis Piagam PBB. Ia menekankan bahwa tidak ada negara yang berhak memaksa institusi asing untuk menghentikan perdagangan yang sah dengan negara ketiga. Baghaei juga menegaskan bahwa sanksi sekunder tidak memiliki dasar hukum yang sah dan melanggar prinsip kedaulatan yang diatur dalam Pasal 2(1) Piagam PBB, serta menentang larangan intervensi yang diakui oleh Mahkamah Internasional dalam kasus Nikaragua. Menurutnya, gabungan sanksi dan blokade laut merupakan upaya AS untuk menjadihkan kedaulatan semua negara bergantung pada persetujuan Washington.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.41
Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara yang Ikut Campur
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 13.10
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Jika AS Melanjutkan Perang Ekonomi
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 06.45
Iran Tepis Ancaman Sanksi Baru AS Sebagai Keputusasaan
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
Berita terkait
Iran Ancam Negara yang Bergabung dengan Aliansi Perang Ekonomi Pimpinan AS
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.05
Irak dan AS Capai Kesepakatan, Maskapai Iran Boleh Terbang ke Kota Suci Najaf
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 04.25
Iran Serukan Warga AS Turun ke Jalan, Sebut Perang Trump Gagal
Detik.com · 30 September 2026 pukul 18.20
AS Larang Semua Maskapainya, Iran Mengadu ke PBB
Detik.com · 29 September 2026 pukul 13.49