Iran Sebut Perang Ekonomi AS Resep Kembali ke Kolonialisme
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuduh Amerika Serikat sedang melaksanakan 'perang ekonomi' yang dampaknya meluas melebihi sekadar sanksi terhadap Iran. Dalam pernyataannya di platform X, Baghaei menyatakan bahwa sanksi dan blokade laut yang diterapkan oleh Washington melanggar hukum internasional dan merusak sistem internasional berbasis Piagam PBB. Ia menekankan bahwa tidak ada negara yang berhak memaksa institusi asing untuk menghentikan perdagangan yang sah dengan negara ketiga. Baghaei juga menegaskan bahwa sanksi sekunder tidak memiliki dasar hukum yang sah dan melanggar prinsip kedaulatan yang diatur dalam Pasal 2(1) Piagam PBB, serta menentang larangan intervensi yang diakui oleh Mahkamah Internasional dalam kasus Nikaragua. Menurutnya, gabungan sanksi dan blokade laut merupakan upaya AS untuk menjadihkan kedaulatan semua negara bergantung pada persetujuan Washington.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.15
Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.26
Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.56
Dampak Ancaman Perang Ekonomi Donald Trump Terhadap Mitra Dagang Iran
Berita terkait
Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Iran Sudah Babak Belur Dihajar Amerika, tetapi Mengklaim Punya Senjata Rahasia
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.37
Iran Ejek AS Memohon Bantuan Sekutu usai Kalah
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 17.31
Trump Buat Gebrakan Baru, Siapkan "Perang Ekonomi" Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.32