Menkeu Suahasil: APBN Harus Terus Pertajam Belanja, Bukan Sekadar Potong Anggaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan APBN harus digunakan sebagai instrumen penggerak roda perekonomian melalui mempertajam belanja negara, bukan sekadar memotong anggaran. Belanja negara harus ditargetkan lebih tepat sasaran untuk memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pelaksanaan program prioritas nasional. Menurut Menkeu, efisiensi anggaran tidak hanya dilakukan dengan memangkas belanja, melainkan memastikan anggaran mengalir ke sektor dan program yang memberikan dampak penting bagi perekonomian. Defisit APBN pada akhir Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun, menurut laporan Menkeu yang masih on track.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 16.21
APBN Agustus Defisit Rp 240,1 Triliiun, Suahasil Sebut Masih On The Track
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 19.20
Efisiensi APBN Tetap Lanjut 2027, Tapi Tak Asal Potong Anggaran
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.50
Menkeu Proyeksi Defisit APBN 2026 Lebih Tinggi, Tembus 2,85% PDB
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 18.52
Menkeu Suahasil siapkan APBN untuk dorong investasi
Berita terkait
Menkeu Luruskan Efisiensi APBN: Bukan Langsung Main Potong Anggaran
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 14.51
Rapat Bareng DPR, Suahasil Ungkap Defisit APBN Capai Rp 240 Triliun
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 14.00
APBN defisit Rp240,1 triliun per Agustus 2026
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 10.12
Rupiah Ditutup Tertekan 25 Poin, Pasar Cermati Tantangan Fiskal Menkeu Baru Suahasil Nazara
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 15.35