Suahasil Bongkar Jurus Racik APBN demi Kejar Pertumbuhan 6%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan strategi penggunaan APBN untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027. APBN tidak hanya berfungsi sebagai penahan guncangan, tetapi juga sebagai katalis penggerak konsumsi, investasi, dan ekspor. Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi mencapai 7% atau lebih, setelah mencatat pertumbuhan 6,87% pada semester I 2026. Realisasi belanja negara hingga akhir Agustus 2026 mencapai 59,7% dari pagu, sementara pendapatan negara mencapai 65,2% dari target.
Untuk meningkatkan penerimaan negara, pemerintah akan memperkuat kepatuhan pajak, memperluas basis pajak, dan meningkatkan efektivitas Coretax. Pemerintah juga mempertahankan insentif perpajakan sebagai bagian dari strategi dorong aktivitas ekonomi, dengan tax expenditure diperkirakan mencapai Rp576 triliun atau 2,2% dari PDB pada 2026. Danantara ditunjuk sebagai instrumen investasi yang menghubungkan BUMN dan sektor swasta untuk sektor prioritas.
Pemerintah menjaga keberlanjutan fiskal dengan memproyeksikan defisit APBN 2026 pada 2,85% dari PDB dan merancang R-APBN 2027 dengan defisit 2,4% dari PDB. Kombinasi peningkatan penerimaan, efisiensi belanja, investasi, dan pembiayaan diharapkan membuat APBN tetap sehat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 18.52
Menkeu Suahasil siapkan APBN untuk dorong investasi
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.05
Suahasil Nazara Sebut APBN Bekerja Bak Titik Akupuntur
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 16.21
APBN Agustus Defisit Rp 240,1 Triliiun, Suahasil Sebut Masih On The Track
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 20.05
Airlangga Beberkan 3 Syarat Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Berita terkait
Menkeu Suahasil Nazara: Satukan Pertumbuhan dan Disiplin Fiskal
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 11.24
Sederet PR Berat di Pundak Menkeu Baru Suahasil Nazara
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 07.50
Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp17.696, Pasar Soroti Tantangan Menkeu Baru
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 15.57
Bakom Ungkap 2 Kelebihan Suahasil Jadi Menkeu
Detik.com · 15 September 2026 pukul 21.00