APPI Ungkap Risiko Multifinance Masuk ke Ekosistem Kendaraan Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyatakan bahwa market share pembiayaan kendaraan listrik (EV) telah mencapai 25%, menandakan pertumbuhan pasar yang signifikan. Hal ini mendorong perusahaan multifinance untuk ikut masuk dalam ekosistem kendaraan listrik. Namun, Suwandi juga mengingatkan akan risiko yang melekat, terutama terkait ketidakpastian nilai jual kendaraan listrik yang sulit diprediksi. Menurutnya, risiko penurunan harga jual kendaraan bekas secara cepat dan potensi kerugian akibat kerusakan baterai masih menjadi pertimbangan serius. Suwandi menekankan pentingnya pendekatan hati-hati agar industri tidak terpapar kerugian besar di masa depan.
Dalam kesempatan Multifinance CEO Gathering with OJK bertema "Navigating Uncertainty: Menjaga Performa Bisnis Multifinance di Tengah Tantangan Ekonomi dan Perubahan Lanskap Risiko," Suwandi menyampaikan bahwa pembiayaan kendaraan listrik merupakan bagian dari green financing yang didukung oleh kebijakan OJK melalui POJK. Ia menegaskan bahwa perusahaan multifinance perlu mulai menyiapkan diri dan masuk ke konsep green financing ini. Perubahan teknologi yang pesat, khususnya dalam lima tahun terakhir, membuat kendaraan listrik menjadi sektor yang sangat menarik untuk dikembangkan.
Suwandi juga mengamati bahwa kendaraan listrik kini tidak hanya digunakan untuk mobil penumpang, tetapi juga mulai merambah ke mobil niaga seperti motor listrik. Hal ini menjadi tambahan pertimbangan bagi perusahaan multifinance untuk menyesuaikan strategi pembiayaan mereka agar tetap relevan dan mengantisipasi perubahan pasar yang dinamis.
Bagikan
Berita terkait
Pembiayaan Mobil Masih Minus, OJK Berharap GIIAS Jadi Penyelamat Semester II
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 17.40
APPI Curhat Soal Penggunaan Jasa Debt Collector, Ini Alasannya!
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.11
OJK Wanti-wanti Transaksi Mobil 'STNK Only', Multifinance Terancam
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.10
Multifinance Masih Bergantung Bank, Pendanaannya Capai Rp289,69 Triliun
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 18.18