Arab Saudi Bentuk Aliansi Pertahanan Baru Berisi 14 Negara, Mau Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi dan 13 negara lainnya resmi membentuk Aliansi Pertahanan Maritim Multinasional untuk mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Bab al-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden. Anggota aliansi meliputi Turki, Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Mesir, Pakistan, Djibouti, Somalia, Bangladesh, Yaman, Sudan, dan Komoro. Pembentukan koalisi ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman terhadap rute perdagangan dan pasokan energi global, terutama akibat serangan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Aliansi akan berfokus pada pertukaran intelijen, berbagi informasi, penyusunan rencana operasi, serta pelaksanaan latihan militer bersama dan operasi maritim. Pemerintah Saudi menegaskan koalisi ini bersifat murni defensif dan tidak menargetkan negara mana pun. Pertemuan pembentukan dihadiri perwakilan 43 negara, namun Uni Emirat Arab dan Oman belum bergabung meski memiliki kepentingan keamanan yang sama di kawasan.
Selat Bab al-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena dilalui sekitar 10-12% perdagangan maritim global, termasuk jutaan barel minyak setiap hari. Gangguan di jalur dengan lebar sekitar 29 kilometer di titik tersempit ini berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia. Pembentukan aliansi juga menjadi langkah strategis Arab Saudi karena seluruh ekspor minyaknya harus melintasi selat tersebut meski sudah memiliki jalur pipa alternatif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 07.58
Konflik Timur Tengah Meluas, Harga Minyak Dunia Justru Merosot Lebih 1%
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 13.37
Houthi Klaim Paksa 8 Kapal Tanker Arab Saudi untuk Ubah Haluan
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 22.30
Galang Aliansi Pertahanan Maritim untuk Bab al-Mandab, Arab Saudi Gelar Pertemuan Internasional
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 14.25
Iran Cs Ancam Pelayaran, Arab Saudi Ajak Negara Islam Bentuk Koalisi Pertahanan
Berita terkait
Perang Saudara Arab Membara Lagi, Pemerintah Diserang-30 Tewas
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 13.30
Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 19.30
Siaga Perang Arab Makin Menggila, Yaman Gabung ke Saudi Hajar Houthi
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 16.40
Bak NATO, Arab Saudi Luncurkan Aliansi Pertahanan Baru
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 15.15