AS Ancam Serang Iran, Negara Teluk Bisa Gelap Gulita
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengancam akan memadamkan listrik negara-negara Teluk jika AS menyerang infrastruktur energinya. Ancaman ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam serangan besar terhadap Iran, yang dianggapnya termasuk yang terbesar sejak Perang Dunia II. Iran menyatakan akan menyerang pembangkit listrik dan menyiapkan daftar panjang target di negara-negara yang memiliki markas AS.
Negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar segera menghubungi Trump untuk meyakinkan pemerintah AS untuk tidak melanjutkan rencana serangan tersebut. Mereka khawatir menjadi korban dari pertarungan Iran dengan AS-Israel, yang berpotensi menargetkan aset militer dan infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik, pelabuhan, dan bandara.
Akhirnya, tekanan dari negara-negara Teluk berhasil menahan rencana serangan AS terhadap Iran. Namun ketegangan di wilayah Teluk tetap tinggi, dengan potensi eskalasi yang dapat melibatkan infrastruktur kritis dan keamanan energi regional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 06.59
Warning Jenderal Iran Jika AS Luncurkan Invasi Darat: Kami Akan Lumpuhkan Tentara Mereka!
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 19.35
Iran Klaim AS dan Israel Tak Punya Jawaban atas Kegagalan Berulang
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 18.29
IRGC Sebut Selat Hormuz Tak Dibuka Sampai AS Penuhi Syarat: Ini Medan Perang
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.57
Iran Kecam Keras Modernisasi Persenjataan Nuklir AS
Berita terkait
Misi Pencari Fakta PBB: AS Kemungkinan Lakukan Kejahatan Perang di Iran
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 19.50
Perang Berlarut, Ekonomi Iran dan AS Sama-sama Babak Belur
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 07.56
Keputusan Trump Bikin Warga Sengsara, Bensin Tembus Rp72.700
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 07.35
AS Serang 3 Tanker Minyak Iran usai Kapal Perangnya Jadi Sasaran Rudal
VOI · 6 September 2026 pukul 09.30