AS Bikin Iran Makin Kuat di Timur Tengah, Ini Buktinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran telah memanfaatkan konflik selama enam bulan terakhir untuk memperkuat pengaruhnya di Timur Tengah, menentang tekanan Amerika Serikai (AS) untuk menyerahkan tuntutannya. Meskipun AS dan Israel menyoroti isu nuklir, tujuan utama Iran bukanlah senjata pemusnah massal, melainkan kendali strategis atas Selat Hormuz, jalur vital untuk perdagangan minyak dan gas. Menurut analis dari pusat studi Teluk Persia, Javad Heirannia, Teheran berusaha menjadikan kendali atas Selat Hormuz sebagai realitas yang diakui secara strategis, memberinya nilai tawar dalam perundingan nuklir dan jaminan keamanan di masa depan.
Pasca serangan Hamas pada Oktober 2023, Poros Perlawanan Iran—termasuk Hezbollah Lebanon, Houthi Yaman, dan kelompok milisi Irak—aktif memperluas konflik. Meskipun beberapa kelompok ini sempat melemah akibat serangan AS dan sekutunya, Iran tetap memperkuat jaringan milisinya dan membuka front baru, seperti serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Konflik ini juga memicu pergeseran aliansi regional: Arab Saudi semakin mendekat dengan kuartet kekuatan Muslim (Mesir, Turki, Pakistan), sementara Uni Emirat Arab memperdalam kooperasi dengan Israel, India, Yunani, dan Siprus. Perbedaan arah antara kedua negara ini menciptakan gesekan dalam Dewan Kerja Sama Teluk.
Konflik yang meluas ini merosotkan pengaruh AS di Timur Tengah. Sekutu-sekutu AS mulai mempertanyakan keamanan yang diberikan AS, sementara penempatan pasukbok US di Timur Tengah dan Amerika Selatan dinilai mengalihkan perhatian dari prioritas nasional. Situasi ini memberi ruang bagi China untuk memperluas pengaruhnya dengan menawarkan alternatif stabilitas. Menurut CEO Gulf State Analytics Giorgio Cafiero, kekuatan Teluk kini berusaha mendiversifikasi hubungan mereka dengan China dan negara lain untuk mengurangi ketergantungan pada AS, sejalan dengan kepentingan jangka panjang Iran di kawasan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 15.57
Gejolak Baru di Timur Tengah, Harga Minyak Meroket Nyaris 4%
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 07.34
Harga Minyak Hari Ini Melambung Tersengat Rencana Iran Soal Selat Hormuz
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 10.25
Harga Minyak Dunia Bangkit Tipis, Perang AS-Iran Masih Bayangi Pasar
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 10.20
Trump Ultimatum Iran: Ini Kesempatan Terakhir Sebelum 'Pemenggalan'!
Berita terkait
Negara Teluk Uji Pengaruh China ke Iran, Sekuat Apa Xi Jinping?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.30
2 Kapal Minyak UEA Diserang Saat Melintasi Selat Hormuz
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 13.16
Selat Hormuz Belum Temui Titik Terang, Harga Minyak Catat Lonjakan 40% Tahun Ini
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 08.52
Ketidakpastian Geopolitik Timteng Bikin Rupiah Sulit Bangkit
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.44