AS Cabut Sanksi Maskapai Irak yang Terkait Garda Revolusi Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat resmi mencabut sanksi terhadap maskapai penerbangan Irak, Fly Baghdad, yang sebelumnya dijatuhkan pada Januari 2024. Sanksi awal dikenakan karena diduga maskapai tersebut memberikan dukungan kepada Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dan kelompok proksinya di Irak, Suriah, serta Lebanon. Pencabutan ini dilakukan setelah Departemen Keuangan AS melakukan peninjauan administratif dan menyimpulkan bahwa Fly Baghdad telah menunjukkan perubahan signifikan dalam operasionalnya.
Meskipun sanksi terhadap maskapai dicabut, sanksi terhadap pemiliknya, Basheer Abdulkadhim Alwan al-Shabbani, tetap dipertahankan. Seorang pejabat Departemen Keuangan, yang berbicara dengan syarat anonimitas, menegaskan bahwa keputusan ini tidak mencerminkan perubahan kebijakan AS terhadap Pemerintah Iran atau IRGC. Penghapusan dari daftar sanksi hanya berlaku untuk maskapai dan dua pesawatnya.
Pencabutan sanksi ini terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran. Sejak akhir Februari, AS telah melancarkan serangan militer terhadap Iran dan menerapkan sanksi ekonomi, sementara Iran membalas dengan memblokir Selat Hormuz yang vital untuk pasokan energi global. Negosiasi damai antara kedua negara masih mandek, dengan perdebatan seputar program nuklir Iran dan kemungkinan pungutan di selat sebagai hambatan utama.
Bagikan
Berita terkait
Tunduk pada Sanksi AS, UEA Larang Maskapai Iran Terbang
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 12.53
Mengerikan, Iran Ancam Bunuh Penerbangan di Seluruh Kawasan Timur Tengah
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 14.08
Harga Minyak Dunia Variatif Usai Serangan Rudal Houthi di Arab Saudi, Brent Tembus USD 106
JawaPos · 25 September 2026 pukul 07.30
Iran Tepis AS: Semua Maskapai Kami Tetap Beroperasi!
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.48