AS dan Kanada Sepakat Tangguhkan Tarif Dagang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat dan Kanada mencapai kesepakatan untuk menangguhkan pemberlakuan tarif sebesar 50% terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar 20,2 miliar dolar AS (Rp318 triliun). Penangguhan ini berlaku hingga 22 Agustus dan diumumkan oleh Presiden Donald Trump sesaat sebelum tarif berlaku pada tengah malam, setelah pembicaraan intensif dengan Perdana Menteri Mark Carney. Produk yang terdampak mencakup elektronik, mesin industri, furnitur, produk susu, hingga anggur.
Trump memberi indikasi bahwa negosiasi terkait dengan upaya menghidupkan kembali proyek Pipa Keystone XL, yang dirancang mengangkut 830.000 barel minyak mentah per hari dari Alberta ke Nebraska dan telah dihentikan oleh mantan Presiden Biden pada 2021. Sementara itu, PM Carney menyatakan masih ada sejumlah persoalan penting yang harus diselesaikan sebelum tenggat waktu.
Penangguhan ini sangat krusial bagi Kanada karena sekitar 70% ekspornya bergantung pada pasar AS. Tarif yang diancamkan sebenarnya menyasar barang-barang yang seharusnya bebas bea di bawah perjanjian USMCA. Kedua negara kini memiliki waktu hingga 22 Agustus untuk merampungkan detail kesepakatan demi mencegah eskalasi konflik dagang di Amerika Utara.
Bagikan
Berita terkait
Tata Kelola Fiskal harus Diperkuat demi Optimalisasi Belanja Negara
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.03
Negara Ketagihan Ngutang ke IMF, Lanjut Mau Ajukan Pinjaman Lagi
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 21.30
Subsidi Pembelian Motor Listrik Mulai Berlaku September 2026
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.12
Tekanan Tarif AS Meningkat, Menteri Industri Korsel Kembali ke Washington
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 15.30