Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Ingatkan Tidak Pakai Pekerja IT Korut, Pyongyang Marah!

Korea Utara (Korut) bereaksi keras terhadap peringatan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang melarang mempekerjakan tenaga kerja IT asal Korut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengecam peringatan itu sebagai "tuduhan politik klise" yang bertujuan mencoreng citra negara mereka. Peringatan tersebut dirilis AS bersama 10 negara sekutu di Eropa dan Asia pada Jumat, 31 Juli.

AS dan sekutu menuduh Korut menggunakan pekerja IT dengan identitas palsu untuk mendanai program nuklir dan rudal balistik. Para pekerja disebut menyamar sebagai warga negara lain untuk bekerja di platform online, lalu mengirimkan penghasilan ke badan pemerintah Pyongyang. Mereka juga disebut memakai kecerdasan buatan (AI) untuk menyamarkan identitas asli.

Korut membalas bahwa tuduhan itu tidak masuk akal karena AS sendiri mengoperasikan kekuatan siber terbesar di dunia. Pernyataan itu dianggap dalih untuk menekan negara berdaulat. Korut menghadapi sanksi internasional akibat program senjata dan nuklirnya, dan diyakini menjalankan kejahatan siber, mata uang kripto, serta pencucian uang untuk mendanai program-program tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait