AS Ingatkan Tidak Pakai Pekerja IT Korut, Pyongyang Marah!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Korea Utara (Korut) bereaksi keras terhadap peringatan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang melarang mempekerjakan tenaga kerja IT asal Korut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengecam peringatan itu sebagai "tuduhan politik klise" yang bertujuan mencoreng citra negara mereka. Peringatan tersebut dirilis AS bersama 10 negara sekutu di Eropa dan Asia pada Jumat, 31 Juli.
AS dan sekutu menuduh Korut menggunakan pekerja IT dengan identitas palsu untuk mendanai program nuklir dan rudal balistik. Para pekerja disebut menyamar sebagai warga negara lain untuk bekerja di platform online, lalu mengirimkan penghasilan ke badan pemerintah Pyongyang. Mereka juga disebut memakai kecerdasan buatan (AI) untuk menyamarkan identitas asli.
Korut membalas bahwa tuduhan itu tidak masuk akal karena AS sendiri mengoperasikan kekuatan siber terbesar di dunia. Pernyataan itu dianggap dalih untuk menekan negara berdaulat. Korut menghadapi sanksi internasional akibat program senjata dan nuklirnya, dan diyakini menjalankan kejahatan siber, mata uang kripto, serta pencucian uang untuk mendanai program-program tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 07.56
Balas Dendam, China Hentikan Ekspor Drone Penting ke AS
Berita terkait
Korut Ngamuk, AS dan Korsel Latihan Militer Besar-besaran
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.10
6 Syarat Ini Diminta Iran dari Trump untuk Buka Selat Hormuz
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.14
Iran Tuntut AS Penuhi 5 Syarat Agar Selat Hormuz Dibuka Lagi
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 22.14
Kim Jong Un Makin Keras, Korsel Satukan Kekuatan Militer dengan AS
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.30