Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Disanksi AS Terkait Iran, China Tegas Siapkan Balasan

China memperingatkan Amerika Serikat (AS) akan mengambil langkah balasan jika sanksi sekunder terkait Iran diperluas hingga menyentuh perusahaan China secara signifikan. Ancaman ini muncul setelah AS mengumumkan sanksi baru yang menargetkan perusahaan berbasis Hong Kong dan China daratan dalam konteks perdagangan minyak Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa China akan melindungi hak dan kepentingannya, sambil menolak sanksi sepihak yang tidak didasari hukum internasional atau mandat PBB.

AS, di bawah Menteri Keuangan Scott Bessent, menyatakan sanksi baru yang fokus pada perdagangan minyak Iran, meskipun belum menargetkan lembaga keuangan besar milik China. China merupakan pembeli utama minyak Iran dengan porsi sekitar 90% dari total ekspor minyak negara tersebut. Beberapa penyulingan swasta China masih mengimpor dan mengolah minyak Iran, meskipun penyulingan milik negara umumnya mematuhi sanksi AS. Pemerintah China telah memerintahkan perusahaan domestik untuk tidak mematuhi sanksi AS dan memperkuat undang-undang antipembalasan untuk melindungi rantai pasok.

Pengamat Peking University Wang Dong menyoroti bahwa langkah AS perlu diwaspadai agar tidak hanya sekadar tekanan politik. Potensi perluasan sanksi ini juga berisiko memperburuk hubungan Washington-Beijing menjelang rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington, yang diharapkan membahas kelanjutan gencatan perdagangan yang disepakati pada Oktober.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait