AS Segera Setujui Paket Senjata Rp44,5 Triliun ke Israel, Termasuk 40 Ribu Bom Satu Ton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan akan menyetujui penjualan senjata senilai US$2,8 miliar (Rp44,5 triliun) ke Israel, termasuk 40.000 bom berbobot satu ton. Paket ini mencakup 20.000 bom MK-84, 20.000 BLU-117, dan 20.000 hulu ledak penembus I-2000 Penetrator. Rencana ini disetujui oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan sedang dalam proses persetujuan resmi ke Kongres.
Penjualan ini terjadi di tengah krisis dan kelangkaan amunisi yang dialami militer AS sendiri akibat perang dengan Iran. Pemerintah AS telah menghabiskan sekitar US$22,3 miliar untuk amunisi antara Februari hingga Juni 2025. Sebelumnya pada Februari 2025, pemerintahan Trump juga menyetujui penjualan senjata senilai lebih dari US$7,4 miliar ke Israel.
Paket ini mencerminkan pergeseran kebijakan AS dari pendekatan pembatasan pengiriman senjatra berat yang dilakukan pemerintahan sebelumnya terhadap Israel, menjadi pendekatan yang lebih longgar di bawah pemerintahan Trump. Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa semua penjualan senjata luar negeri melalui proses yang sesuai, namun menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai transaksi yang masih berjalan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 09.30
4 Alasan AS Tak Akan Terlibat Langsung dalam Perang Saudi dan Houthi
Detik.com · 15 September 2026 pukul 04.45
Netanyahu Ancam Balas Musuh Israel: Kalian Akan Terima Pukulan Jauh Lebih Berat
Detik.com · 14 September 2026 pukul 21.04
Sesumbar Trump Bisa Bikin Minyak Iran Seperti Venezuela
Detik.com · 14 September 2026 pukul 17.50
Trump Ingatkan Zelensky untuk Hentikan Serangan ke Rusia
Berita terkait
Israel Ingin Usir Paksa Penduduk Gaza, Masih Tunggu Persetujuan AS
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 11.11
Klaim Trump Perangi Iran: Kita Lindungi Israel, Timur Tengah dan Eropa
Detik.com · 3 September 2026 pukul 09.57
Israel Siapkan Rencana Usir Warga Gaza, Tunggu Persetujuan AS
Detik.com · 3 September 2026 pukul 05.20
Presiden Iran Minta Trump Tak Picu Kekacauan, Tegaskan Teheran Tak Akan Menyerah
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 06.15