Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Sesumbar Trump Bisa Bikin Minyak Iran Seperti Venezuela

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS dapat menguasai cadangan minyak Iran seperti yang dilakukan terhadap Venezuela. Klaim ini disampaikan Trump saat berbicara dalam kunjungan ke Irlandia pada Minggu (13/9/2026). Trump membandingkan strategi AS dalam perang melawan Iran dengan langkah pengambambil alih kendali atas seperlima cadangan minyak Venezuela yang dilakukan pada Agustus lalu. Menurut Trump, pendapatan dari minyak Venezuela telah membiayai berbagai konflik militer AS. Ia juga mengklaim bahwa Teheran secara terus-menerus menghubungi Washington untuk perundingan damai, namun klaim ini dibantah oleh pemerintah Iran. Trump menambahkan bahwa perang melawan Iran diharapkan berakhir tahun ini atau tak lama setelah pemilu sela AS yang dijadwalkan pada November mendatang, sekaligus menjanjikan penurunan harga bensin setelah konflik berakhir.

Konflik antara AS dan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari setelah serangan militer AS dan Israel yang menyebabkan kematian Ayatollah Ali Khamenei. Iran membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di negara tetangganya dan menutup Selat Hormuz, yang memicu kenaikan harga minyak global. Meskipun perang sempat mereda melalui kesepakatan damai yang mediasi oleh Pakistan, konflik kembali mencair setelah kedua belah pihak saling tuduh melanggar kesepakatan. Pemerintah Iran masih mempertahankan pembatasan ketat di Selat Hormuz, yang terus mendesak ketidakstabilan pasokan dan harga minyak dunia.

Di sisi lain, Venezuela sedang menegosia-kan kesepakatan energi dengan AS yang melibatkan pengiriman 65 miliar barel minyak selama 25 tahun. Menurut Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez, kesepakatan ini memungkinkan negaranya untuk mengembangkan industri minyaknya sambil mempertahankan kedaulatan atas sumber dayanya. Proyek ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan hingga USD 209 miliar per tahun bagi Venezuela, dengan USD 19 per barel dialirkan ke Caracas. Targetnya adalah mengembangkan 17 ladang minyak strategis dengan produksi awal 1,5 juta barel per hari, termasuk delapan blok minyak baru.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait