AS Setujui Penjualan Bom dan Peralatan Militer Rp 88 T ke Arab Saudi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Amerika Serikat setuju menjual senjata dan peralatan militer ke Arab Saudi senilai US$5 miliar (Rp 88 triliun), termasuk bom, perangkat pemandu, dan perlengkapan militer lainnya. Menurut Departemen Luar Negeri AS, penjualan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Arab Saudi melawan ancaman regional, memperkuat pertahanan dalam negeri, dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan AS serta mitra Teluk lainnya. Penjualan ini juga mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan memperkuat sekutu non-NATO. Penjualan ini terkait dengan meningkatnya ketegangan di wilayah Yaman, di mana Arab Saudi menjadi sasaran serangan drone dan rudal oleh pasukan Iran dan kelompok Houthi yang didukung Teheran. AS juga menyetujui penjualan peralatan militer ke Oman senilai US$188 juta untuk layanan pemeliharaan pesawak F-16, dan ke Irak senilai US$150 juta untuk helikopter Bell 412EPX. Konflik ini semakin intens sejak AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberlakuan blokade laut AS terhadap Teheran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 05.48
Xi Jinping Tantang Pengaruh AS di Timur Tengah: ‘Campur Tangan Eksternal Harus Ditolak’
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.30
Kirim Pembalasan, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan UEA
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 17.47
Amerika Kembali Bombardir Iran, Donald Trump Sebut demi Timur Tengah
Berita terkait
Gugus Tempur Kapal Induk USS George Washington Tiba di Timur Tengah
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 08.00
Iran Siapkan Strategi Baru Hadapi AS
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.14
AS Lancarkan Serangan Terhadap Target IRGC Iran
VOI · 2 September 2026 pukul 07.05
Rusia Kecam Rencana Latihan Militer Gabungan AS-Jepang-Australia
VOI · 2 September 2026 pukul 06.00