AS Tunda Operasi Economic D-Day, Ancam Negara yang Berhubungan dengan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menunda penerapan operasi Economic D-Day yang sebelumnya diancamkan sebagai sanksi besar terhadap Iran. Meskipun menunda sanksi langsung, AS mengancam akan memberlakukan sanksi baru terhadap negara-negara yang menolak memutus hubungan ekonomi dengan Iran. Bessent menyatakan bahwa AS sedang melakukan diplomasi diam-diam untuk menyampaikan ekspektasi kepada para mitra internasional. Pemerintah AS juga memperluas kategori 'aktivitas terkait Iran' yang dapat dikenai sanksi, serta menyiapkan batas waktu spesifik bagi negara-negara untuk menghentikan hubungan dengan rezim Iran. Sanksi baru akan menargetkan sektor aset digital, teknologi, dan pelayaran yang dianggap mendukung perekonomian Iran. Bessent menyebutkan bahwa pendekatan bertahap ini bertujuan memberi kesempatan kepada pihak-pihak untuk memperbaiki perilaku sebelum sanksi diterapkan secara penuh, dengan tetap menekankan bahwa proses ini akan berjalan cepat dan serius.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.54
Iran Sebut Sanksi Berulang AS Gagal
Berita terkait
AS Segera Terapkan Operasi Economic D-Day, Trump Sesumbar Iran Akan Kolaps
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 20.45
Donald Trump Klaim Ekonomi Iran Hancur dan Inflasi Tembus 350 Persen
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.08
AS Iran Panas Lagi! Trump Terapkan Sanksi Terkeras Sejarah ke Teheran
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.40
Menkeu AS Sebut Trump Minta Pemimpin Negara Lain Isolasi Iran Secara Ekonomi
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 04.32