Australia Mulai Buyback Senjata Api, Warga Dapat Kompensasi Rp 12,6 Juta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Negara bagian New South Wales, Australia, akan memulai program buyback (pembelian kembali) senjata api mulai 2 November 2026. Program ini merupakan bagian dari respons nasional pasca penembakan di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan 15 orang pada Desember 2025. Para pelaku menggunakan senjata api yang diperoleh secara legal.
Perdana Menteri Anthony Albanese telah memberlakukan undang-undang pada Januari 2026 yang mencakup program buyback, pemeriksaan izin senjata api yang lebih ketat, dan penindakan terhadap kebencian. Warga yang mengembalikan senapan dan pistol akan menerima kompensasi hingga A$1.000 (sekitar Rp 12,6 juta) per senjata api. Program ini menjadi yang terbesar sejak kampanye serupa setelah pembantaian Port Arthur tahun 1996.
Data menunjukkan Australia memiliki rekor 4,1 juta senjata api, dengan lebih dari 1,1 juta berada di New South Wales. Sebagai dampak reformasi, New South Wales kini membatasi kepemilikan senjata api per individu maksimal empat buah. Tersangka penembakan Bondi yang selamat, Naveed Akram (24 tahun), menghadapi 15 tuduhan pembunuhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 09.41
Australia Umum Program Buyback Senjata Api, 274.000 Senjata Ditargetkan Ditarik mulai November
Berita terkait
Siap-siap Berubah! Pramono Bakal Rombak Aturan Ganjil Genap dan CFD Jakarta: Harus Benar-benar Bermanfaat
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 07.50
Respons 7DDE, Infast Bestari Tolak Ekonomi Diserahkan ke Mekanisme Pasar
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 23.51
Operasional PTN Terancam dengan Rencana Pendidikan Gratis
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 20.30
Pesan Luhut untuk Pemimpin: Harus Mau Mendengar, Jangan Merasa Paling Benar
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 17.15