Awalnya Dikenal sebagai Kota Hantu, Kini Forest City Berubah Jadi Pusat Scammer
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Forest City, sebuah megaproyek perumahan senilai US$100 miliar yang dibangun di Malaysia pada 2016, kini berubah menjadi pusat operasi penipuan skala besar. Awalnya diproyekkan sebagai kota masa depan yang bisa menampung 700.000 penghuni, proyek ini kini hanya dihuni kurang dari 1% dari kapasitasnya. Pada pertengahan Juli, polisi Malaysia menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi pusat penipuan di 32 unit properti, menangkap 335 orang dan menyita ratusan perangkat elektronik serta aset senilai sekitar satu juta ringgit. Sindikat ini dikaitkan dengan penipuan investasi kripto dan penipuan berkedok asmara yang menargetkan korban di luar negeri. Para ahli mengatakan operasi ini mungkin merupakan bagian dari jaringan kriminal yang terus berkembang secara profesional dan terorganisir, dengan infrastruktur mirip perusahaan multinasional. Banyak dari pelaku ini diduga terusir dari Kamboja, yang sebelumnya menjadi pusat utama penipuan lintas negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 08.55
Sindikat Pinjol Ilegal 25.000 Kasus Digerebek, Uang Rp 5,2 M Disita
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 11.47
Nasib Apartemen Forest City yang Kini Jadi Markas Penipu
Berita terkait
Bank Besar Dijebol Maling, Uang Senilai Rp 1,9 Triliun Lenyap Seketika
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 08.15
Polda Metro Akan Periksa Aisar Khaled Terkait Dugaan Penipuan
kumparan · 16 September 2026 pukul 19.34
Inlfuencer Malaysia Aisar Khaled Terjerat Kasus Dugaan Penipuan
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 09.04
Ngaku Berizin di Luar Negeri, 2 Platform Kripto Ini Malah Diblokir Satgas PASTI
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.35