Babi-Babi Ini Bikin Pening, Terbongkar Kerajaan "Cuci-Cuci" Rp 100 M
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Empat pemilik perusahaan daging babi Australia diduga menyembunyikan penjualan senilai A$10 juta (Rp100 triliun) selama 10 tahun melalui praktik pencucian uang. Mereka dituduh mengubah tanggal kedaluwarsa daging beku, memindahkan uang antarnegara bagian, serta menghancurkan catatan untuk menipu. Otoritas menyita aset A$25 juta termasuk Rp10,8 triliun tunai dan kendaraan. Kasus ini terungkap setelah Australia memperluas regulasi anti-pencucian uang ke sektor pertanian. Penyelidikan gabungan CCC Queensland dan NSW Crime Commission masih berlangsung dengan fokus pada audit forensik sistem perusahaan untuk mengungkap manipulasi nilai transaksi.
Bagikan
Berita terkait
Yuwanky, Bandar Narkoba Pemilik Planet Batam Kabur ke Singapura
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 10.12
Kasus Korupsi Kian Terang, Gugatan Febrie Buka Tabir Pencucian Uang
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 08.50
Proses WHV Diperlambat, Petani dan Pebisnis Australia Jadi Khawatir
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.13
Soal Emas 47 Kg di Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Ahli: Harus Didahului Penyidikan Pidana Asal
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 20.05