Bahan Bakar Reaktor Nuklir Serpong Habis, Bapeten Soroti 20 Kg Uranium di INUKI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy di Serpong kehabikan bahan bakar nuklir karena produksi dalam negeri yang dihasilkan PT INUKI terhenti seiring proses transfer aset ke BRIN yang belum selesai. Menurut Plt Kepala Bapeten Zainal Arifin dalam RDP dengan Komisi XII DPR RI, bahan bakar reaktor tidak dapat diimpor dari luar karena desain khusus dan eksklusif diproduksi oleh PT INUKI. Selain itu, sekitar 20 kilogram uranium aktif masih tersimpan di fasilitas INUKI, menuntut pengamanan ketat sesuai standar internasional. Proses serah terima aset yang tertunda juga memicu risiko keselamatan, terutama dengan kondisi sarana prasarana yang tidak optimal. Zainal menekankan bahwa kewajiban keselamatan, keamanan, dan safeguards nuklir tetap harus dijalankan meski dalam masa transisi. Kapasitas penyimpanan limbah radioaktif nasional yang dikelola BRIN juga sudah mencapai 88,5 persen, perlu menjadi perhatian serius. Krisis ini semakin kompleks akibat kekosongan payung kelembagaan pasca-peleburan BATAN ke BRIN, di mana belum ada badan pelaksana khusus yang ditunjuk untuk mengelola urusan nuklir secara terdedikasi.
Bagikan
Berita terkait
Tak Cuma di Darat, Pembangkit Nuklir Bisa Dibangun Terapung
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.45
Pembangkit Nuklir Diramal Bisa Menyumbang 14,2% Listrik di RI
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.05
RI Diramal Punya Pembangkit Nuklir Pertama Tahun 2032, Ini Bocorannya
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.40
Kisah Kepala Unit BRI Temani UMKM Rantau Prapat Naik Kelas
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.36