Bahaya Kurang Aktivitas Fisik: Risiko Obesitas, Penyakit Jantung, hingga Strok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gaya hidup sedenter atau kurang aktivitas fisik, seperti terlalu lama duduk saat bekerja atau menggunakan perangkat elektronik, dapat merusak sistem metabolisme tubuh. Kondisi ini menyebabkan pembakaran kalori berkurang, sehingga kelebihan energi disimpan sebagai lemak yang memicu pertambahan berat badan signifikan dan risiko obesitas.
Kurangnya gerak juga berdampak serius pada kesehatan kardiovaskular, termasuk penumpukan plak pada arteri jantung dan peningkatan tekanan darah tinggi. Selain itu, risiko strok meningkat tajam karena terhambatnya aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen hingga kematian. Aktivitas fisik teratur sangat disarankan untuk menjaga elastisitas pembuluh darah dan kesehatan jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
3 Jenis Makanan Olahan yang Tetap Aman Dikonsumsi saat Diet
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 22.34
Waspada, Kebiasaan Sehari-hari Ini Dapat Lonjakkan Tekanan Darah
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 19.15
Tinggalkan Jejak pada Sel Imun, Orang yang Pernah Obesitas Berisiko Alami Masalah Kesehatan Jangka Panjang
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 20.32
4 Jurus Jitu Mengatasi Kolesterol yang Tinggi
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 13.17