Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan Paru-Paru dan Risiko Kanker
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polusi udara, terutama PM2.5, meningkatkan risiko kanker paru-paru dan gangguan pernapasan. Partikel halus berukuran <2,5 mikrometer dapat menembus paru-paru, masuk darah, serta menyebabkan peradangan, stres oksidatif, dan mutasi sel. Paparan jangka panjang PM2.5 dikaitkan dengan penyakit paru obstruktif kronis, kardiovaskular, serta kematian dini. Dokter menekankan bahaya asap karhutla dan perokok pasif, dengan paparan asap dalam konsentrasi tinggi memperburuk kesehatan paru. Penelitian pada 86.035 orang dengan riwayat merokok berat menunjukkan 2.109 kasus (2,5%) terkait polusi udara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 13 September 2026 pukul 12.47
Foto: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Langit Jakarta Jadi Kelabu
Berita terkait
PDPI Peringatkan Bahaya Asap Partikel Halus PM2.5 Picu Radang Paru
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.00
Waspada Polusi! Udara Jakarta Rabu Pagi 9 Kali Lebih Kotor dari Standar WHO
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 07.09
Waspada Polusi Pagi Ini! Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 06.16
Riset ITB: Seandainya Jakarta Nol Emisi, Ibu Kota Tetap Tak Akan Bebas Polusi
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 07.00