Bahlil: Indonesia Bisa Tentukan Harga Komoditas SDA Lewat Bursa Mineral
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia berpeluang mengendalikan harga komoditas sumber daya alam (SDA) melalui pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Dengan BMKS, diharapkan Indonesia dapat menentukan harga komoditas hasil produksi dalam negeri secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada pasar global. Harga batu bara contohnya naik dari US$97,65 per ton (Juli 2025) menjadi US$124,06 per ton (Agustus 2026) setelah kebijakan pengetanan dan penyeimbangan pasokan permintaan. Presiden Prabowo Subianto menganggap posisi Indonesia sebagai produsen utama dunia belum sepenuhnya didukung kemampuan menentukan harga pasar. BMKS akan beroperasi pada 1 Januari 2027 di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menghasilkan Indonesia Reference Price sebagai harga referensi komoditas strategis utama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 15.47
Ketua DPR Ungkap Nama Usulan Prabowo untuk Jadi Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.33
OJK Lantik Deputi Baru Awasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.36
Prabowo Ajukan M Sarjito Jadi Calon Tunggal Kepala Bursa Mineral
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 15.40
Sarjito Jadi Calon Tunggal Kepala Bursa Mineral, DPR Segera Gelar Fit and Proper Test
Berita terkait
Prabowo Siapkan Bursa Mineral RI, Harga Komoditas Tak Lagi Ditentukan Asing
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.05
Komoditas di Bursa Mineral Belum Final
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.29
Bursa Mineral Digarap Tahun Depan, RI Bakal Punya Harga Sendiri
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.39
Prabowo Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 2027, Pengawasan Dipercayakan kepada OJK
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.21