Bahlil Pamer PNBP Naik Walau Produksi Batu Bara Tak Sebanyak 2025
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor pertambangan mengalami kenaikan meski produksi batu bara dan nikel diturunkan. Pada 31 Agustus 2026, PNBP subsektor mineral dan batu bara (minerba) mencapai Rp 108 triliun, naik Rp 21 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh penataan ulang pengaturan pasokan dan permintaan, sekaligus penerapan kebijakan pemangkasan volume produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Produksi batu bara bulanan rata-rata turun dari 68 juta ton pada 2025 menjadi 60 juta ton pada 2026, sementara PNBP batu bara naik dari Rp 59 triliun menjadi Rp 66 triliun. Sektor nikel juga mengalami peningkatan setoran sebesar Rp 11 triliun, dari Rp 10 triliun menjadi Rp 21 triliun, meski produksinya berkurang 13 juta ton bijih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 22 September 2026 pukul 05.00
Populer: Pelantikan Pejabat Kemenkeu Sah; Rencana Olah Batu Bara Jadi BBM
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 17.45
Bahlil Sebut Harga Nikel Tak Lagi Dipermainkan Asing
kumparan · 21 September 2026 pukul 16.06
Bahlil soal Izin Tambang: Saya Sayang Pengusaha Besar, tapi Prioritas untuk UMKM
kumparan · 21 September 2026 pukul 08.31
Harga Batu Bara Turun 1,4% ke USD 143,25 per Ton, CPO Menguat 1,7%
Berita terkait
Keruk Nikel 13 Juta Ton Hasilkan PNBP Rp21 Triliun
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.54
Ketidakpastian Izin Tambang Mulai Lumpuhkan Ekonomi Masyarakat di Kalimantan
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 00.02
Tegas! Bahlil Sebut Lebih Pilih Dukung UMKM daripada Pengusaha Kakap
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 13.35
Bahlil Siapkan Gebrakan Reformasi Regulasi Baru di 2027, Apa Itu?
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 13.05