Ketidakpastian Izin Tambang Mulai Lumpuhkan Ekonomi Masyarakat di Kalimantan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketidakpastian regulasi dan perizinan pertambangan batu bara di Kalimantan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan aktivitas ekonomi masyarakat. Kementerian ESDM menghentikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara sejak Januari 2022, menghilangkan sumber penghasilan utama warga. Menurut tokoh masyarakat Hasbi, ketika aktivitas tambang terganggu, ekonomi masyarakat ikut lumpuh. Sektor ini menjadi pilar PDRB dan lapangan kerja di Kalimantan. Forum Komunikasi IUP-IKN memproyeksikan 15.080 pekerja tambang berpotensi terdampak di wilayah IKN, dengan 1.070 pekerja telah terpengaruh pada semester pertama 2026. Jika mencakup keluarga, dampak mencapai 50.000-60.000 jiwa. Penurunan produksi tambang juga mempengaruhi sektor pendukung seperti warung makan, laundry, bengkel, katering, dan transportasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 12.45
Airlangga Akui Karhutla Kalimantan Ganggu Ekonomi
Berita terkait
Airlangga Ungkap Alasan Tarif Listrik Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.26
Bos Freeport Ungkap Dampak Buruk Jika Tambang di Papua Setop 2041
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 17.30
Pemerintah pacu penguatan ekosistem emas untuk dukung sistem moneter
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.17
Prabowo Puji PT Timah, Laba Terbang 805%-Tutup 1.000 Tambang Ilegal
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.00