Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil Sebut RI Proses Impor Minyak Rusia Tahap 2

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah memproses impor minyak mentah dari Rusia tahap kedua sebagai bagian dari kontrak jangka panjang. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa impor tahap pertama sudah tiba di Indonesia dan tahap kedua sedang berjalan. Impor dilakukan langsung oleh negara melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), bukan oleh PT Pertamina. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat cadangan minyak nasional dan menjaga kedaulatan energi Indonesia. Dengan pengelolaan negara, pemerintah dapat mendistribusikan minyak tersebut untuk kepentingan rakyat dan kemandirian bangsa. Bahlil menekankan pentingnya asas bebas aktif agar Indonesia tidak tergantung pada satu pihak dalam ketahanan energi. Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia mendapatkan 150 juta barel minyak mentah dari Rusia dengan harga khusus. Pasokan ini merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow untuk bertemu Presiden Vladimir Putin pada April 2026. Awalnya Rusia menjanjikan 100 juta barel, kemudian ditambah 50 juta barel untuk menghadapi gejolak ekonomi global. Selain impor dari Rusia, pemerintah juga mengatur agar minyak mentah dari produksi dalam negeri prioritaskan untuk kebutuhan domestik melalui Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026. Aturan ini memberi ruang kepada Badan Layanan Umum (BLU) seperti Lemigas untuk melakukan pengadaan energi, sambil tetap mengutamakan pasokan lokal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait