Balik Modal Whoosh Diprediksi Tembus 139 Tahun jika Okupansi Tak Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) membutuhkan waktu hingga 139 tahun untuk memulihkan modal investasinya jika tingkat keterisian penumpang tetap berada di bawah 50 persen. Hal ini disampaikan Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), yang menjelaskan bahwa perhitungan awal menunjukkan lamanya pengembalian modal tergantung langsung pada okupansi penumpang. Jika okupansi tidak meningkat, maka proses balik modal bisa berlarut hingga lebih dari 100 tahun setelah memperhitungkan fluktuasi mata uang dan kenaikan biaya proyek. Esther menekankan bahwa penggunaan mata uang USD dalam perhitungan serta kenaikan biaya investasi menjadi faktor yang memperpanjang masa pengembalian tersebut. Namun, ia menambahkan bahwa masa pengembalian modal dapat dipersingkat hingga 60 hingga 80 tahun jika okupansi penumpang berhasil meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, upaya peningkatan kapasitas dan minat penggunaan jasa KRL Whoosh menjadi kunci penting agar proyek ini dapat pulih lebih cepat. Dengan demikian, pemerintah dan pengelola proyek diharapkan dapat fokus pada strategi pemasaran dan aksesibilitas yang lebih baik agar tingkat okupansi penumpang bisa mencapai angka yang diperlukan.
Bagikan
Berita terkait
Utang Kereta Cepat Whoosh Terancam Membebani Generasi ke Depan
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 19.28
Polemik Obligasi Daerah, Tim Purbaya atau Tim Pramono? Ekonom INDEF Pilih Purbaya
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 14.55
Purbaya Timang-Timang PT SMI dan INA Kelola Whoosh
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.30
Indef Ungkap Dampak Penguatan DTSEN bagi Perlindungan Sosial
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.17