Bamsoet: Ekonomi yang Kuat Perlu Keamanan dan Kepastian Berusaha
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan bahwa ketahanan nasional Indonesia harus dipandang sebagai ekosistem utuh yang mengintegrasikan ekonomi kuat, keamanan berusaha, dan kemandirian industri pertahanan. Menurutnya, kekuatan militer tidak cukup hanya diukur dari jumlah persenjataan, tetapi juga kemampuan menjaga rantai pasok, energi, pangan, dan teknologi saat terjadi krisis atau tekanan eksternal.
Data menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat dengan pertumbuhan ekonomi semester I 2026 sebesar 5,45% dan realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun (49,5% dari target tahunan). Namun, Bamsoet menegaskan pentingnya kepastian hukum, perizinan sederhana melalui sistem OSS, dan perlindungan data untuk meningkatkan daya saing nasional.
Dalam sektor pertahanan, paradigma harus bergeser dari sekadar pembelian alutsista menuju penguasaan teknologi dan kemampuan produksi komponen dalam negeri. Kemandirian pertahanan dianggap krusial agar Indonesia tidak rentan terhadap embargo dan mampu melakukan pemeliharaan serta peningkatan teknologi secara mandiri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 18.45
Ternyata Ini Alasan Pemerintah RI Mau Permudah Izin Tenaga Kerja Asing
kumparan · 9 September 2026 pukul 18.30
Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Beberkan Strategi Dongkrak Ekonomi
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 18.30
Investasi Data Center AI Rp82 Triliun Masuk Batang, Jawa Tengah Bidik Industri Teknologi Tinggi
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.13
Pasar Kripto Makin Matang, Keamanan Transaksi dan Literasi Investor Harus Diperkuat
Berita terkait
Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diprediksi Sulit Naik ke Angka 6%
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 08.00
Panas Bumi RI Sudah Berumur 100 Tahun, Begini Dampaknya Bagi Ekonomi
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.15
Resmi Dibentuk, Asosiasi Bank Emas RI Mau Buat Gold Hub
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.35
Lirik Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Jerman Bawa Delegasi Bisnis Incar Sektor Energi
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 11.35