Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bangladesh Protes Myanmar Terkait Label Etnis Rohingya dan Repatriasi

Pemerintah Bangladesh secara resmi mengajukan protes kepada Myanmar terkait pelabelan etnis Rohingya sebagai 'orang Bengali' dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Myanmar pada 15 Agustus 2026. Dhaka menegaskan bahwa label tersebut keliru dan menghambat proses repatriasi yang berkelanjutan bagi lebih dari 1,2 juta pengungsi Rohingya di Cox's Bazar. Identitas etnis Rohingya, menurut Bangladesh, telah diakui secara historis oleh otoritas Myanmar dan tidak berasal dari Bangladesh.

Direktur Jenderal urusan Myanmar Kementerian Luar Negeri Bangladesh, Md. Toufiq-ur-Rahman, memanggil Duta Besar Myanmar U Kyaw Soe Moe untuk menyampaikan keberatan. Rahman menegaskan bahwa data yang digunakan Myanmar didasarkan pada statistik yang tidak akurat dan tidak mencerminkan jumlah pengungsi yang sebenarnya. Bangladesh mendesak Myanmar mempercepat proses verifikasi berdasarkan instrumen bilateral yang telah disepakati, termasuk anak-anak yang lahir di kamp pengungsian dan warga yang melarikan diri setelah kekerasan militer tahun 2017.

Myanmar sebelumnya mengklaim hanya memverifikasi 308.975 pengungsi sebagai mantan penduduk Rakhine yang memenuhi syarat untuk kembali. Proses repatriasi masih terhambat akibat ketidakstabilan keamanan di wilayah Rakhine. Menurut data PBB hingga Juli 2026, lebih dari 1,2 juta warga Rohingya kini bertahan di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh setelah melarikan diri dari kekerasan militer sejak Agustus 2017.

Berita terkait