Bantah Premanisme di SD Islam Pamulang, UIN Beber Alasan Datang Malam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membantah tudingan melakukan aksi premanisme dalam sengketa lahan dengan SD/TK Islam Pembangunan (TKIP) dan SD Islam Plus (SDIP) di Pamulang, Tangerang Selatan. Wakil Rektor II UIN, Imam Subchi, menjelaskan bahwa kehadiran tim keamanan internal dilakukan pada malam hari untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Imam menegaskan bahwa sebagian petugas mengenakan pakaian biasa agar tidak menimbulkan kesan intimidasi, dan KBM di kedua sekolah tetap berjalan normal. Sebelumnya, para orang tua dan wali murid (OTM) SDIP dan TKIP meminta kedua pihak menahan diri hingga ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Mereka juga menyatakan siap menerima keputusan hukum terkait kepemilikan lahan. Sementara itu, sekelompok alumni UIN meminta kampus tidak menggunakan cara-cara intimidasi atau premanisme dalam menghadapi kasus sengketa ini, karena hal tersebut dinilai akan mengganggu proses belajar mengajar dan keamanan anak-anak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 15.24
Kuasa Hukum UIN Jakarta Tepis Terjunkan Preman Duduki TKIP-SDIP Pamulang
Berita terkait
Alumni Harap UIN Jakarta Tak Pakai Cara Intimidasi soal Sengketa Lahan
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 11.50
Orang Tua Murid SD-TK di Pamulang Minta Pihak Yayasan-UIN Tahan Diri
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 14.28
Ada Beda SK Kemenkumham di Sengketa TKIP-SDIP, DPRD Tangsel Bakal Panggil UIN
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 19.30
Polisi Jamin Tak Ada Lagi Ormas Masuk ke Lingkungan TKIP-SDIP Pamulang
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 14.21