Tok! G20 Tolak Komoditas Pangan Jadi Alat Ancaman Politik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para Menteri Perdagangan G20 menolak upaya menjadikan komoditas pangan sebagai alat tekanan geopolitik dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Milwaukee, AS, pada 30 September-1 Oktober 2026. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyatakan bahwa pangan tidak boleh digunakan sebagai instrumen ancaman karena berkaitungan langsung dengan kebutuhan dasar manusia dan kelangsungan hidup. Penolakan ini mencerminkan kepedulian akan ketahanan pangan global dan penolakan terhadap praktik politisasi pasca makanan.
Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas isu kelebihan kapasitas (excess capacity), praktik kerja paksa (force labor), dan prinsip Most Favored Nation (MFN) dalam WTO. Indonesia mendorong pendekatan berbasis bukti dalam menilai excess capacity, dengan mempertimbangkan dinamika pasok, struktur sektor, dan siklus produksi. Indonesia juga menekankan pentingnya penggunaan trade remedies yang transparan dan menegakkan prinsip MFN untuk menjaga kepastian perdagangan internasional.
Terkait isu kerja paksa, Indonesia menegaskan komitmennya melalui ratifikasi sembilan dari sepuluh Konvensi Fundamental ILO dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 9 Tahun 2026 yang melarang impor barang hasil kerja paksa. Komitmen ini juga tercantum dalam perjanjian ekonomi dengan EFTA dan Uni Eropa. Indonesia menolak agar isu perlindungan hak pekerja disalahgunakan sebagai alat tekanan politik, sekaligus menegaskan bahwa tidak ada negara boleh mendapatkan keunggulan kompetitif melalui praktik kerja paksa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 17.30
Mendag: G20 Sepakat Tolak Pangan Jadi Alat Tekan Politik
ANTARA News · 3 Oktober 2026 pukul 12.46
Mendag sebut G20 TMM tolak pangan sebagai alat tekanan geopolitik
Berita terkait
Mendag hadiri G20 TMM suarakan kepentingan perdagangan nasional
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 06.59
Indonesia-Bulgaria Jajaki Perluasan Pasar Produk Pangan dan Pertanian
Detik.com · 15 September 2026 pukul 12.51
AS Tiba-Tiba Beri Pesan Penting ke Negara G20, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.20
AS Ajak Negara G20 Kaji Ulang Perdagangan dengan China
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.33