Baru, Donald Trump Ancam Serang Oman, Ini Duduk Perkaranya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman serangan terhadap Oman jika negara tersebut dinilai menghambat perundingan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz. Ancaman ini muncul usai Iran dan Oman menyepakati rute pelayaran perairan tersebut. Selain itu, Trump mengklaim pihak Washington telah menjalin komunikasi langsung lewat saluran belakang dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Mengenai situasi di Gaza, Trump meminta Israel menghentikan operasi militer dan mengklaim Hamas telah bersedia meletakkan senjata melalui jalur komunikasi terpisah dengan AS. Langkah ini berkaitan dengan upaya implementasi rencana perdamaian yang mencakup penarikan penuh pasukan Israel. Terkait politik domestik Israel, Trump memilih menahan diri untuk tidak ikut campur dalam pemilu.
Sementara itu, perundingan keamanan Selat Hormuz terus berjalan meski situasi memanas. Iran menetapkan syarat pembukaan rute komersial, seperti pencabutan sanksi ekonomi, ganti rugi perang, dan penghentian blokade laut oleh AS. Parlemen Iran turut membahas rancangan aturan pembatasan pelayaran yang melarang kapal AS serta Israel melintasi wilayah tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.42
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Kesepakatan soal Selat Hormuz
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 03.07
Donald Trump Ancam Serang Oman Jika Ganggu Negosiasi AS - Iran
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 21.00
Lebih dari 80 Persen Kapal di Selat Hormuz Pilih Jalur Oman
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 23.09
Tak Ada Negosiasi Iran, Trump Unggah Peta Selat Hormuz 'Wilayah Baru AS'
Berita terkait
Donald Trump Ancam Bombardir Oman Jika Coba Halangi Urusan AS dengan Iran
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 22.07
Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 23.23
Trump Disebut Tawarkan Keringanan Sanksi-Pencairan Aset Iran, Benarkah?
Detik.com · 29 September 2026 pukul 15.35
Harga Minyak Dunia Kompak Menguat Usai Donald Trump Tolak Proposal Perdamaian
JawaPos · 28 September 2026 pukul 08.00