BBM Campur Etanol 10% Siap Berlaku 2027, Bahlil Masih Menimbang Beri Insentif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah masih menyusun formula insentif untuk program bioetanol yang akan diterapkan melalui campuran bensin E10 pada 2027. Harga bioetanol saat ini berkisar Rp11.000 per liter, masih lebih murah dibandingkan bensin nonsubsidi yang dijual sekitar Rp16.000 per liter, sehingga belum memerlukan dana talangan. Bahan baku bioetanol berasal dari jagung, singkong, dan tebu (khususnya molase). Harga molase saat ini berada di kisaran Rp1.000 per kilogram. Pemerintah ingin memastikan harga bahan baku tetap menguntungkan petani. Namun, jika harga minyak dunia turun dan harga bensin berada di bawah harga bioetanol, pemerintah akan menyiapkan formulasi insentif untuk menutup selisih agar program E10 tetap berjalan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 12.10
RI Sudah Punya BBM Bioetanol, Segini Harganya di SPBU
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 12.30
Genjot Pengembangan Bensin Biotenol, Bahlil Siapkan Skema Harganya
Berita terkait
Sukses di B50, Prabowo Minta Bahlil Buat BBM Campur Etanol 50% E50
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.20
RI Mau Terapkan Mandatori BBM Tebu Bioetanol, Ini PR Besarnya
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.20
Pemerintah Targetkan 20 Pabrik Etanol Terbangun di 2027
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.55
RI Sudah Punya BBM Bioetanol, Cek Segini Harganya di SPBU
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.50