Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Genjot Pengembangan Bensin Biotenol, Bahlil Siapkan Skema Harganya

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyiapkan formulasi harga dan skema insentif untuk mendukung campuran bioetanol pada bensin. Mekanisme pembiayaan tidak sepenuhnya sama dengan biodiesel yang menggunakan BPDP. Bahlil menyebut bioetanol berbahan baku jagung, singkong, dan tebu (molase) yang dicampur dengan bensin. Harga akan dipatok dengan formula ekonomis agar industri dan petani diuntungkan.

Saat ini harga bioetanol sekitar Rp11.000 per liter dan bensin sekitar Rp16.000 per liter, sehingga dinilai masih ekonomis. Namun, tantangan muncul bila harga minyak dunia turun. Bahlil memberi contoh jika harga minyak menjadi Rp9.000-Rp10.000 per liter, akan ada selisih sekitar Rp1.000 dengan etanol. Pemerintah akan membentuk formulasi yang baik untuk kepentingan industri, petani, dan negara.

Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pengembangan bioetanol. Saat memimpin panen raya di Malang, ia menargetkan Indonesia mampu menuju E10 (bensin campuran 10% etanol) dan berpotensi E20. Saat ini Indonesia baru memiliki satu pabrik etanol; Prabowo memutuskan membangun minimal 30 pabrik, bahkan hingga 50. Ia membandingkan India yang sudah menerapkan E20 dan Brasil yang mencapai E100.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait